Feed on
Posts
comments

Tulisan Lang, sebelum dia meninggalkan hidup.
Jiplak dimana, jangan tanya aku.
27 May 2001
Livernya kambuh dan vonis kanker otak.
Gila yahh masih ada aja tulisan ini di emailku…!!!

rindu ku tebal semakin tebal
perjalanan pastikan sampai
penantiaan mu semanggat hidup ku
kau miliku kau cintaku
rindukah kau sayang harapkah kau manis
kekasih mu segera kembali
doakanlah kasih sujutkanlah putih
jadihlah kekasih yang baik
kutitipkan apa yang ku tinggalkan
kau jagalah semua yang mesti kau jaga
permataku aku percaya padamu
permataku aku percaya padamu

NB:
lagu ini aku bikin saat aku terbaring di rumah sakit
dan lagu ini tanda cinta aku pada kamu

Lang

Lakilaki

Menemukan Bulukk di foto seorang temen FS sungguh menakjubkan. Saat itu di foto terpampang wajah bulukk, temenku berada ditengah dan suaminya ada disisi sebelahnya. Kenapa menakjubkan? karena kantornya sudah pindah, tidak lagi berada lantai satu gedung yang sama. Pindah gedung, berarti kesempatanku memang sudah hilang untuk bertemu dia or just having lunch (fuhh). Uwww buluk menunjukkan wajah keren itu, wajah bandel itu hihihihi.

Apakah dia itu tergolong ‘badboy’? how do i knoww…? tapi dia kelihatannya lakilaki (korelasi antara bad boy dan lakilaki..?) hehehe
Uuhhh sepertinya aku kehausan dengan type laki yang lakilaki ituu.
Pernah suatu saat bertemu dengan seorang teman yang sangat lakilaki banget, dari cara jalan, berpakaian, bicaranya yang irit dan tentunya tampang lakilaki yang ngga kuku hehehe bikin aku panas dingin ngga karuan, salah tingkah ngga karuan hehehe. Jujur banget siyy..?

Apa ternyata itu terjadi karena aku sama perempuannya dengan anak-anak yang nonton transporter 3 kemarin di PI 2 ? Hahaha

Itu adalah untuk kedua kalinya aku nonton Transporter 3, juga untuk yang kedua kalinya untuk Wina, Tya dan Reiza. Karena rencana nonton Madagascar 2 ngga kebagian tempat, kalah cepet sama anak2 yang libur sekolah, berbahagialah Novi, Acid and Monica karena buat mereka itu perdana.

Film itu benerbener iklan mobil. Wina pun bertekad mengganti mobilnya menjadi Audi setelah selesai menonton film itu hihihi. Iklan mobil yang berhasil.

Mengenai filmnya, gw sempet bertanya ke cewecewe, Ok, skip reiza karena dia cowok (ah masa siy?) hehehe peace reiza..!!

Pertanyaan gw waktu pulang di mobil reiza yang kudu nganterin ce2 ini pulang (3 cewe siyy) adalah “Gimana menurut lo film tadi..?”

Monic dengan cepat menjawab “Bener banget kata lo Ja, ceritanya standard banget. Taaaapppiiii badannya keren bangettt..!! Gw berharap dia topless dari awal sampai akhir film..!!”

Gw terbahakbahak, “Bener tuw Mon, setuju banget gw hahahaha..”
Acid ngga mau kalah,”Wina tadi kayaknya perlu baskom tuhh.. acai.. acai..!!” hahaha, duwwhh.

Kemudian kami semua sepakat kalau best part of the movie adalah waktu tuw cowok bertarung tanpa menggunakan atasan hehehe soalnya badannya sungguh sexy, lakilaki. Berarti gw masih dalam batas wajar lah ya…? dan batasan lakilaki menurut gw masih masuk standard hehehe.

Ngga Level…?

Tertegun juga waktu tanpa sengaja menonton acara salah satu reality show di TV sore kemarin. Ketika mereka (gank perempuan dalam kisah itu) bercerita tentang “ngga level”.

Sebelumnya sempat kesal bukan kepalang, ketika mereka bilang betapa tidak level buat gank mereka untuk jalan-jalan dan belanja di pinggir stasion bogor (tempat yang sangat familiar buatku..!) Huuhhh.. itu kan menunjukkan betapa tidak levelnya aku dimata gank anak kuliahan yang ngga tahu betapa sulitnya membanting tulang untuk mendapatkan uang. Dohh!!

Hidupku selama ini memang tidak berlebihan, tapi tidak juga kekurangan. STD lah, masih bisa makan, masih bisa kuliah, masih bisa nonton, nge net, masih bisalah untuk jalan-jalan. Hidup yang sekarang ketika sudah memiliki pekerjaan lebih baik dari sebelumnya, Alhamdulillah.
Mereka yang masih dijajanin sama orang tua, bisabisanya bilang orang lain tidak level…? Heiiii…??!!
Dan aku akan bilang, pagipagi didaerah situ ada lontong padang yang enak bangethh, yang harganya emang murah tapi berkelas lontong padang aseli..! bikin sebel deh. Ngga level…? Haaahh

Daerah syuting acara itu berada di daerah taman topi dan stasion bogor. Stasion adalah tempat yang sangat akrab denganku selama bertahuntahun. Karena kalau kuliah ya pasti ke stasion. Jarang sekali berangkat kuliah tanpa naik kereta, cara tercepat dan termurah, untunglahh.

Karena itu tak terpikir untukku menilai seseorang yang berangkat naik kereta sebagai orang yang ngga level, karena teman-temanku terpelajar dan juga pintar-pintar. Mereka beredar di sekitar stasion lho…!! Beli alat tulis, beli buahbuahan. Beli sepatu or sandal yang lagi happening, buat ganti2 kalau kuliah… bahkan cari bukubuku yang di minta oleh dosen yang terbit 10 tahun dari saat itu di tempat buku bekas. Betapa stasion adalah tempat yang sangat berharga di dalam perjalanan hidup pelajar bogor, khususnya untuk seorang Hanni.

Secara financial, aku hanya tahu sekedarnya kalau temantemanku itu paling tidak std juga seperti aku, setidaknya mereka masih asik diajak temenan. Sejauh mereka ternyata bapaknya anggota dewan, atau punya pabrik or perusahaan yang tersebar di Indonesia, aku hanya tahu sekilas. Tidak terlalu penting, karena aku tidak bergaul dengan orangtuanya.

Tak selamanya juga seorang yang pandai dalam organisasi, pintar dalam menuangkan teoriteori ketika akan presentasi atau tugastugas. Mereka tetap harus membaca dan mengerti apa yang harus mereka katakan dalam presentasi dan menyelesaikan tugas. Disana akan ditemukan dinamika kehidupan. Tak selamanya orang yang memiliki IP rotring akan terus begitu, karena aku tahu seorang kawan yang akhirnya lulus dengan predikat cum laude walau di semester awal nilainya susah dilihat. So… apa yang bisa membuatmu (adikadik yang masih kuliah dan sekolah..) untuk menilai seseorang itu ngga level..???

Sejauh yang aku tahu dalam hidup ini semua bergerak dengan tidak pasti. Tidak selamanya orang menjadi kaya terus menerus, atau miskin terus menerus. Soal pintar atau tidak itu juga bukan semata-mata otak saja, tapi soal niat mencari ilmu dan kebutuhan..
Contoh:
Aku mengenal seseorang yang dalam hidupnya pernah merasakan berlebihan dan pernah merasakan kekurangan. Dalam kekurangannya dan kebutuhannya akan uang, dia melihat bentuk tas yang cukup sederhana. Penuh keingintahuan dia membongkar tas sederhana tersebut. Lalu kemudian berusaha untuk membentuknya kembali. Tidak mudah memang, tapi karena niat yang sungguhsungguh, dia pun berhasil. Tak lama dia pun menjual tas. Karena tas tersebut lebih cocok dengan padanan sepatu. Maka mulailah dia membongkar sepatu dan berusaha merakitnya kembali. Sepatu pun terbentuk.

Lalu petualangan pun dimulai.

Petualangan itu takkan terjadi jika tak ada kepintaran untuk membuat sesuatu. Kepintaran itu terjadi karena kebutuhan hidup. Selalu ada korelasi antara kebutuhan dan juga cara menyiasatinya. Hanya butuh niat.

Niat. Aku teringat dengan seorang teman yang sembuh dari ketergantungannya terhadap narkoba. Dia sembuh sendiri, begitu pengakuannya. Karena satu hal, niat. Itu terjadi kepada hampir semua teman yang terjerumus masuk dalam ketergantungan narkoba. Karena mereka tidak perduli akan apapun kalau bukan dari niat mereka sendiri.

Lalu apakah adikadik yang masih sekolah dan kuliah itu dari awal memang berniat untuk tidak melevelkan dirinya dengan orangorang yang tersebut diatas tadi..?

Oohh betapa dangkalnya pemikiran ngga level itu… (meski tahu acara ini sudah ada skenarionya, tetep aja masih kesel)

Sejauh ini memang hidupku mungkin bias dengan gampang disebut orang ngga level. Terutama ketika aku bertemu dengan orang-orang dari benua lain dan berbagi pengalaman yang sungguh tidak terbayangkan untuk seorang aku, atau bertemu dengan orang yang bergeda bidang dan penglaman yang berbeda. Meski begitu, mereka tidak memposisikan aku sebagai orang ngga level, semakin mereka telah melihat dan merasakan pengalaman yang banyak, semakin mereka berpikiran lebih luas. Karenanya mereka lebih menghargai orang lain.

Kesimpulanku inilah saatnya menghargai orang lain, bukan karena dia pintar atau kaya. Menghargai orang karena semua manusia memiliki nilai tersendiri, yang tak patut untuk kita nilai dengan keterbatasan kita sebagai manusia.

Long Distance

Bukan ingin membuka lembaran masa lalu, tapi tanpa sengaja browsing, aku menemukan beberapa hal yang dulu sempat dekat, karena seringkali dibicarakan oleh seseorang yang pernah ingin menjadikanku ibu dari anakanaknya. Pfuhhh.

1. Penyanyi dangdut Evi Tamala itu nama aslinya adalah Suryaningsih. Fuhhh betapa dulu aku sempat mau membanting dan menutup telinga tentang apapun yang berhubungan dengan penyanyi dagdut itu. Hehehe cemburu buta tak menentu… karena dia memanggilnya dengan begitu mesra, Ningsih, dan aku cemburu..! :D
2. Hanshin university itu ada di Korea Selatan, kirakira 45 menit dari Busan. Betapa dia adalah seorang yang cukup bandel untuk kuliah. Lebih banyak menghabiskan waktu bersamaku online :D
3. 3G itu sudah mulai di korea-jepang sejak 2004(korea). Betapa Indonesia tertinggal. Dan biaya nelepon luar negeri lebih murah itu sudah sejak lama di promosikan didaerah Korea jepang, aku tahu ini sejak Lang meneleponku lebih sering dari pada dosis minum antibiotik. I was his new heroin hehehe

(Jepang adalah negara pertama yang memperkenalkan 3G secara nasional dan transisi menuju 3G di Jepang sudah dicapai pada tahun 2006. Setelah itu Korea menjadi pengadopsi jaringan 3G pertama dan transisi telah dicapai pada awal tahun 2004, memimpin dunia dalam bidang telekomunikasi.-wikipedia)

4. Saranghae artinya mencintaimu, aku dengar itu jauh sebelum drama korea muncul bertubitubi di TV nasional Indonesia. Jawaban arasou – mengerti, itu sudah di sosialisasikan dari dulu.

5. Masakan korea jepang itu banyak sekali menggunakan bubuk cabe, dan bubuk bawang putih begitu yang diberitahukannya kepadaku. Karena kami suka sekali memasak.

6. Kebencian pada Achmad Dhani dan kekaguman akan betapa berhasil musiknya di indonesia dan juga pertemanan dirinya dengan musisi senior plus gossip personal hehehe. Lang… aku sudah melepaskannya.

Ternyata tahuntahun itu ada yang tertinggal yah Lang..?Ternyata masih ada yang bisa aku ingat jelas :D
Ngga perlu cerita sedih or apapunlah. Hal yang lalu sudah lewat dan lepas… coba lihat sekarang udah tampil di TV euiyy :D
Sayangnya aku sudah pernah bilang kalau aku ngga mau punya pacar artist. Capek hati… soalnya artis itu godaan gede kan yahh..? dan ngga selamanya ngga tergoda hehehehe.. Halah kamu belum jadi artis aja udah banyak groupiesnya, artis lagihh.
Kok rasanya kayak masih mau marah heheheheh

Duh nulis ini sambil dengerin Long Distance –Brandy…. Kalau dulu udah bolakbalik mati kali rasanya. Cucok bangethhh

There’s only so many songs that I can sing to pass the time
And I’m running out of things to do to get you off my mind, oh
All I have is this picture in a frame (oh, ah)
That I hold close to see your face everyday

With you is where I’d rather be
But we’re stuck where we are
It’s so hard, we’re so far
This long distance is killin’ me
I wish that you were here with me
But we’re stuck where we are
It’s so hard, we’re so far
This long distance is killin’ me.

It’s so hard, it’s so hard, where we are, where we are
You’re so far, this long distance is killin’ me
It’s so hard, it’s so hard, where we are, where we are
You’re so far, this long distance is killin’ me

Now the minutes feel like hours
and the hours feel like days
While I’m away
You know right now I can’t be home
But I’m comin’ home soon
Coming home soon
All I have is this picture in a frame
That I hold close to see your face everyday.

With you is where I’d rather be (where I’d rather be)
But we’re stuck where we are
It’s so hard (oh, ah), we’re so far
This long distance is killin’ me
I wish that you were here with me
But we’re stuck where we are
It’s so hard (oh, ah), we’re so far

Can you hear me crying?

Now it’s time for me to say i’m sorry long distance relationship did not suit me

Keep the faith!!!

Kemarin aku menonton Twilight dengan seorang teman. Aku tak tenang. Aku menunggu. Menunggu dia melakukan sesuatu. Tapi dia tidak melakukan apapun. Entah itu adalah sebuah keberuntungan untukku atau bukan. Aku tidak tahu. :D Damn, you should do that! So the movie will not that boring! :D

Rasanya kemudian menjadi sendu, berbincang dengan kawan lama yang membuatnya bercerita tentang saat-saat lalu ketika aku tak bersua dengannya. Senyumnya yang manis itu sekarang tak lagi lugu. Tak lagi seperti senyum yang ku kenal dulu. Bertahuntahun lewat itu dia telah mengalami proses pendewasaan versi dirinya sendiri. Mendadak aku takjub. Dia telah kaya dengan pengalaman yang aku tak pernah miliki. Jalan hidup orang memang berbedabeda. Aku terkesan. Aku pernah mendengar cerita seperti itu ratusan kali dari orang-orang yang berbeda. Mendengar cerita itu dari bibirnya terasa berbeda, sedih.

Sedih karena aku tak tahu sebelumnya. Sedih karena saat itu aku tak ada dan mungkin tak mengerti dengan pilihannya.

Kadang aku berpikir teman seperti apa aku ini?

Aku merasa mengenalnya dengan baik dulu, masih hijau masih teramat segar dan seringkali membuatku merasa jantungku berdebar lebih cepat.

Aku merasa sedih karena hal yang dilalui itu cukup besar dan berproses, aku sama sekali tak tahu. Rasanya seperti kehilangan sesuatu. Saat itu rasanya aku ingin merengkuhnya erat. Memupus perasaan sedihku, bukan sedihnya, karena dia tak bermasalah dengan hal itu.

Dia tampak sama, tampak indah dan memukau, lebih dewasa dengan garis senyum dimatanya itu. Dia tetap menyenangkan, dia adalah dirinya yang aku kenal. Bedanya sekarang dia lebih kaya pengalaman daripada diriku yang tak tahu menahu apaapa. Aku mengenalnya sebagai orang yang memiliki sesuatu yang sangat dahsyat dalam dirinya.

Aku selalu merasa dia mempunyai sesuatu yang istimewa. Istimewa untukku, pasti. Tapi aku pikir orang lain juga akan mengetahuinya begitu mereka mengenalnya. Sejak dulu aku selalu punya rasa percaya yang sangat besar bahwa apapun yang akan dilakukan, dia pasti akan bisa. Aku percaya itu dari dulu. Cukup aneh memang, tapi itu aku percayai dengan seluruh jiwa raga :D

Darling, if you read this (I know u don’t like to read..! :D ) It was the same sentences that I said to you on the way to my house. I’m totally honest (I’ve never been this honest) I believe that you can do anything and that would become something big.

Keep the faith!!!

Duh

Aku berjalan memasuki tempat makan itu, seorang kawan melambaikan tangan dan seorang lagi berada di depan mejanya melihat sekilas kearahku. Wajah-wajah tampan mana tahan itu terpampang begitu mesra nan aduhai didepan matakku. Haihai..!(jiwa sok kenal sok iya itu keluarr…!!)

Tiba-tiba seorang dari mereka menghisap rokoknya lebih dalam dan menghamburkannya dengan gaya yang cool minta ampun itu. Sambil memalingkan wajahnya dari aku yang sedang terpesona dan mengharapkan senyum. Haaahhh membuat dadaku sesak saja :( Sejak saat itu aku menjadi gugup. Dadaku berdetak kencang dan rasa percaya diriku hilang. Aku menciut dalam hitungan detik. Pfiuhhhh (rasanya seperti memasuki sidang skripsi, ketika semua teori dan kesimpulan dimentahkan!!).

Berawal dari kegugupan itu aku bicara tak berhenti, sampai aku harus bertanya sendiri, kok ngomongnya banyak banget ya? Pfuhhh. Berusaha aku meredam mulutku untuk berhenti bicara. Aku pun makan dengan mengunyah daging ayam potongan besar, tentu untuk meredam mulutku bicara. Hahaha. Berhasil.

Namun sesuatu terjadi dia bergerak menghadapku. OOw maydaymayday..!! kok menghadap gw siy, apa yang harus aku lakukan? Aku merasa dia meneliti wajahku. Ok, aku emang ngga seperti Marylin Monroe, ngga seseksi Madonna, okeh ngga mirip artis manapun dan ngga secantik siapapun (puas…?). Jadi waktu dia menghadapku dia seperti mau ngecek bener ngga siy, aku ini pernah kenal. Bener ngga siy dia temen aku?

Dohhh.. tampaknya aku harus lenyap saat itu juga, *Hai lantai terbukalah, tenggelamkan aku sekarang!. Krisis percaya diri ini segera memasuki akut versi super!

Untungnya aku tidak bertemu dengan dia saja, seorang teman lagi yang juga bertemu denganku saat itu lebih ramah dan lebih hangat, sehingga pembicaraan dapat mengalir saja, dan aku memecah konsentrasi dari orang yang sedang duduk disamping itu. Hahahaha… lamalama mencair juga dia, aku jadi lebih santai sekarang. Hhhh walau bagaimanapun kan aku memang temannya dulu (for god sake, dia itu teman sekelasku ..!!). Agak sangsi juga, apakah dia masih ingat atau tidak. Sejujurnya aku malah berpikir, dua orang teman yang aku temui saat itu tidak ada yang benar-benar ingat bahwa aku adalah teman mereka yang dulu hahahaha.

Anyway, menyesal memang tidak ikut mereka lanjut menghabiskan malam. Karena jika melanjutkan malam mungkin bisa lebih banyak bercerita atau menuntaskan kabar dan gossip terkini diantara temanteman (duww gossip lagii…??? Heheheh).

Thank you all, for spending time with me last Friday. Hopefully we can meet again somewhere, someday, with more people. And please, be nice guys!! Hehehehe

Bulukkkkk

Bulukkkk begitu aku menamakannya hehehe. Dia dengan rambut brillo cerah dan tampang acak2an. Tubuh yang seringkali di tutupi plester or jalan tertatihtatih jika pulang dari site (entah apa yang dikerjakan orang itu, tampaknya tak memenuhi kaidah keselamatan kerja hihihihi). Tetaplah dimataku dia sangat menawan :)
Begitulah, dari dulu orang mengatakan kalau aku memilki selera yang aneh, terutama kalau berhubungan dengan cowok, uupss. Kalau aku bilang dia menarik, well well semuanya kan relatif…!!

Bermula dari tetangga kantor yang ada disebelah ruanganku. Kebetulan meneer Belanda itu cara bercanda nya sangat ngga ok banget, bercanda kok menyinggung perasaan..? Bercanda kok caranya meremehkan orang? Bercanda kok ngga tersenyum?
Lalu tibalah seorang bermata terang dengan wajah tirus dan tubuh jangkung memandang ku saat aku hendak menutup pintu, tebak apa? Dia tersenyum, saat itu senyumnya terlihat maniiisssss sekali hehehehe. Apalagi ruangan itu dingin sedingin kutub utara, gara-gara senyumnya jadi anget dikit dehh hihihihi. Dari situ dapat ku pastikan dia bukanlah orang Belanda hehehehe. Kemudian berlanjut saat hujan deras di luar, aku memandang dari lantai satu dan dia juga berdiri disitu memandang hujan. Sekalikali dia memandang ke arahku sambil tersenyum dan bilang “it’s cold, isn’t it?” aku hanya senyumsenyum aja mengiyakan. Mendadak aku jadi bisu niyy ngga bisa ngomong hehehee ketika hujan berhenti kita ketemu lagi dan “Heii the rain has stopped..!” ujarnya gembira. Aku juga gembira, dasar plinplan ikut2 aja apa yang disenengin sama si buluk.

Kenapa aku jadi seneng ama orang ini, karena dia adalah orang yang paling ramah sedunia untuk ukuran expat, selalu menyapa lebih dulu, senyum lebih dulu, memberikan jalan lebih dulu. Selalu membalas senyum dan ngga tepe..!! Karena aku mengenal mereka yang menyapa lebih dulu dan juga tersenyum dan tepe bangetthh hehehe.

Kemudian aku pindah ke Ground Floor, uuhhh terus pake sakit lagi sebulanan, jadi aku kehilangan dia sampai berbulanbulan. Lagian kalau dia berangkat ke site kan dia juga ngga akan tahu kalau akau ada dimana? hehehe serasa dia bakal nyariin dehh..!! Masalahnya adalah kalau aku bertemu muka dengannya, aku selalu mendadak bisu, jantung berdegup kencang dan biasanya langsung ngeloyor pergi, hihihi abis degdegan siyy plus muka jadi malu2 gituu huwaahhh aneh banget dehh! :(

Jadi beberapa waktu yang lalu, saat aku selesai makan siang dan jalan sendirian menuju kantor, tibatiba sekelebat bayangan melewati ku dan terdengar suara yang berath dan dialek yang agak tidak biasa “hai.. sudah makan?” aku dengan spontan menoleh, disitu, diperempatan garden hotel dan grand kemang, deket kemchik situuu, betul disitu, ditengahtengah situu, si buluk menatapku dengan senyum dan matanya yang terang bercahaya senyum itu, lalu dia bilang “Mau makan disitu, with me..?” tunjuknya ke arah depan kemang raya, dia berhenti dan memandangku menanti jawaban. Matanya itu penuh binar-binar terang benderang. Sedekat itu pun aku tak tahu warna sebenarbenar matanya. Aku terdiam di tengah jalan itu dan hanya menjawab “Sudah, terimakasih..” dan kemudian aku dimakimaki oleh temantemanku..! “Gila yahh ngga memanfaatkan kesempatan banget sihh lu..!!”

Oke, mungkin itu hanya ajakan basabasi, atau ramahtamah semata, tapi menurut temantemanku itu adalah kesempatan yang harusnya diraih. Hihihi… lah pagimana caranya, wong jawab ajakan dia aja aku mesti bengong ditengah jalan. Gimana caranya bisa ngobrol bareng dia…? mati kaku yang ada hehehe.

Kemarin tanpa sengaja, aku ketemu dia lagi di dekat smoking room, dan lagilagi tetap versi aku niyy yang hanya seorang Hanni, duww dia keren bangethhh!! hehehe, akhirnya aku sapa saja dia “Hi..” dengan nada seramah mungkin. Kemudian dia tersenyum dan balas menjawab, kemudian berdiri agak sedikit menjauh untuk menyalakan rokoknya karena dia akan merokok didepan situ. Ku lihat kemudian dia bergerak menghadap kearahku, aku pun langsung ngeloyor pergi hihihihi sambil sedikit memegang dada, duww degubnya cepet niyy. Cukuplah noraknoraknya aku ini. Tapi Bulukkk uwww dirimu hensem sekali..!

Fiuhhh.. repotnya jadi manusia GR sepertiku ini

Teman..

Pernah tidak merasa dekat dengan seseorang yang ternyata perasaan itu hanya perasaanmu sendiri saja?

Hehehe… pemikiran ini terbersit di kepalaku seketika. Ada perasaan kecewa ketika ternyata pada suatu saat ada seseorang yang aku rasa cukup dekat tapi ternyata, I’m hardly knows them. Waoww.

Ini mungkin kebiasaan ya, kalau aku merasa pernah telepon-teleponan terus jalan bareng terus ngerasa fun, langsung mendeclare kalau orang itu temenku, langsung merasa dekat. You never know exactly their feelings.

Suatu saat aku mendengar berita mencengangkan. Seorang temanku akan menikah dan aku tidak tahu apa-apa. Padahal belum berapa lama aku sempat ngobrol panjang lebar dan rasanya lumayan seru. Mungkin seru itu hanya versi aku, bukan versi temanku. Kok ya tega-teganya ngga kasih tahu hal yang besar itu kepadaku?

Jadi sebenarnya untuk jadi teman yang baik itu seperti apa sih? Bagaimana kriterianya?

Terlalu banyak kemungkinan yang bertengger dikepala ini:
1. Mungkin aku terlalu egocentris melihat sesuatu hanya dari sisi aku sendiri. Aku yang berteman, aku yang merasa senang, aku yang menyukai semua yang dilihat dari sisi aku, bukan dari sisi temanku
2. Mungkin aku terlalu geer, terlalu yakin ini orang mau berteman sama aku, terlalu yakin kalau aku anaknya asyik, terlalu yakin kalau orang-orang bisa berbagi cerita denganku.
3. Mungkin gayaku terlalu manja, sehingga mereka jadi berpikir bisa ngga ya aku menerima atau mencerna hal yang besar ini?
4. Mungkin (jika dia lakilaki) maka dia tidak mau menceritakan hal ini kepadaku karena dia tidak ingin aku kecewa karena selama ini aku hanya dijadikan TTM aja..!!! Hahahaha… (pfuhhhhh)
5. Mungkin aku tidak serius dan memang tidak peka dengan sekelilingku.

Sebenarnya pont lima mungkin paling dekat mengingat aku mengquote pernyataan JOEY di friends yang mengatakan “I’m not insensitive, i just don’t care…” hehehe. Aku terlalu lama cuek.

Waktu temen-temen berlomba-lomba punya pacar, ABG time niyy… aku cuek aja, meskipun kemudian pacaran juga, walau ngga seheboh anak2 lainnya yang dimulai dari kelas 5 SD itu hehehe

Waktu tementemen berlomba-lomba pakai barang-barang bermerk, ABG time niyy… aku cuek aja, lah barangnya ngga bisa kebeli, mau gimana? Hehehehe

Waktu tementemen berlombalomba punya motor baru, lagilagi ABG time, aku santai aja, eh dapet hadiah ulang tahun sebuah motor.

Waktu tementemen berlombalomba kuliah cari cadangan di swasta sebagai alternatif kalau ngga keterima di negeri, satusatunya cadanganku adalah APS UI, dan akhirnya masuklah dicadangan itu hehehehe

Waktu tementemen sibuk mainmain dan bolos kuliah, gw dengan seorang dirinya pergi kuliah sendiri dan belajar sendiri, halahhh palsuuuu

Waktu tementemen sibuk cari kerja, aku dengan cueknya ngelanjutin kuliah tanpa merasa kerja itu penting hihihih

Waktu tementemen sibuk cerita gaul dimana or jalanjalan kemana, aku dengan cueknya nongkrong and tidur dirumah sambil online, tetebhh :D
Waktu tementemen pada sibuk ngurusin skripsi aku dengan santai jalanjalan, pulang dari jalanjalan baru ngerjain skripsi dan pas besoknya mau sidang baru tiba dirumah jam tiga pagi dari solo hehehehe

Waktu tementemen sibuk berbenah diri buat menghadapi hidup baru dengan menikah. Aku bahkan tidak punya hubungan serius dengan lakilaki.
Aku bahkan tidak mencari lakilaki untuk dinikahi di usia yang sudah dikejarkejar waktu ini hihihihi… betapa santainya hidup ini…!!

Beberapa saat kemudian, aku berpikir, seorang teman yang pernah aku tiru kecuekannya, malah udah punya anak satu.. gila kan…?

Aku kehilangan teman single sekarang..!! :( oops masih ada JunQ hihihi, dia masih jauh lebih tua dari dirikuuu. Maap junQ walau dirimu tetebh berkata masih 23 tahun, kepala tiga udah ngga bisa ngbohongin tampang hhihihihi

Hmhhh kemarin ada perusahaan di depan kantor yang produknya bunga mawar. Mereka mempromosikan bunga mawar itu dengan membagibagikan ke seluruh divisi kantor. Hasilnya, aku dapat dua tangkai mawar pink dan dua tangkai mawar merah darah (Afrika Dawn).
Simon yang juga ditawari “Simon do you want flowers?” menjawab dengan lugas “I don’t have friends, I don’t need flowers. No one will receive it.”

Hmmm that’s deep!. Orang sekaliber Pak Bos itu tidak punya teman yang bisa diberikan bunga. Bunga-bunga mawar cantik itupun jadi rebutan, para cewecewe. Susah memang para engineer itu, mereka lebih memilih memberikan bunga Bank kepada yang terkasih daripada bunga yang bertangkai dan berdaun. Hehehe (sebenarnya mereka cukup pengertian).

Beberapa orang menuliskan seperti ini
Friendship is the hardest thing in the world to explain.
It’s not something you learn in school.
But if you haven’t learned the meaning of friendship
you really haven’t learned anything

So what do you think? Do you really have friends in your life?

Jawabanku kemudian adalah, aku punya teman seperti itu. Punya, punyapunyapunya..!!! Bisa dibilang kehidupanku dan kehidupan mereka sudah jarang lagi bertemu, mereka bahkan sudah beranak pinak. Kadang aku hanya telepon mereka satusatu (terutama temanteman dimasa masih blangsakk huhuhu, masamasa masih nebeng hidup sama orangtua, yang kadang miskin kadang kaya… kadang-kadang ajahh).

Sekarang, dikala hidupku yang ternyata tidak muda lagi ini, berpenghasilan sendiri, kaya dan miskin sendiri ini hihihih terasa sekali mana teman yang berteman dengan sepenuh hati atau berteman sepenuh keinginan sendiri (ada maunya heheh).

Karena itu kadang aku kembali ke temanteman lama masa blangsak dulu, yang masih mau ketemu dan ngobrol, karena dengan mereka, aku adalah aku yang mereka kenal dulu. Tidak ada kepurapuraan dan penyesuaian. Tidak bicara halhal rumit atau pekerjaan yang kadang rasanya tidak selesaiselesai itu.

Walau kemudian temantemanku itu sekarang tak lagi single dan mungkin sudah tidak punya waktu mabuk2an bareng lagi (huhhu mabuk juice maksud gw.. mabuk yang bikin kembung sama Gas.. heheheh) mereka tetap masih ada buatku, bahkan di saat terjelekku.
Mereka yang tidak terkejut waktu aku mengambil sebatang rokok dan menghirupnya dalamdalam (ini emang langka siyy.. jarang2 kejadiannya).
Mereka yang tidak memakimaki diriku karena pakai nama mereka waktu bikin alasan keluar rumah Oma hihihihi.
Mereka yang jujur waktu bilang kalau apa yang aku lakukan salah or yang aku lakukan benar.
Mereka yang akan protes waktu aku menjadi makin kacau.
Mereka yang ada waktu aku lagi butuh apapun, bahkan pas lagi butuh pinjaman dana segar.
Mereka yang akan support aku dengan keputusan yang aku buat.
Mereka yang aku cintai abisabisan…

Kesimpulanku, teman adalah orang yang akan ada menemani disaat buruk dan baik. Teman bukan seorang yang bisa kau miliki seorang diri dengan serakahnya dan juga bukan orang yang bisa kau dikte untuk melakukan or mengatakan satu dan lain hal kepadamu. Teman akan mengatakan kebenaran walau kau tak mau mendengarnya, walau kebenaran itu menampar harga diri dan terasa begitu pahit.

Friends are like stars, they always there even the cloud covered their lights.

Buat temantemanku dimasa baik dan dimasa buruk, terima kasih untuk selalu disisi.
Terimakasih untuk segala sepi, segala ramai, segala rasa sakit dan rasa bahagia yang tak terkatakan.
Terimakasih telah menjadi teman dalam hidup ini.

First Time..

Hari ini sebenarnya niatan mau nonton JGTC (Jazz goes to campus) karena sudah berapa kali ngga nonton gawean anak FE UI ini. Lumayan kan bedanya sama nonton Jakjazz, di harga sangat significant dan yang main orangnya itu-itu juga.. hehehe pengiritan banget gw..!!!

Dari jumat malam gw udah ada di Bogor karena si Ade masih nongkrong di rumah Bandung di buaian Mama dan Papa, duww iri siyy hihihihi, cuma karena niatan balik lagi ke Bandung nanti pas Lebaran Haji yahh jadi nanti aja dehh.., secara jadwal weekend padat euiyy (23 ada JGTC, 28-30 ada jak jazz, tanggal 3 arisan keluarga, tanggal 8 december idul adha, - padahal mah belum tentu jadwal semua weekend itu jalan hehehe).

Setiba di bogor yang tengah malem itu, biasalah anak muda yahh, jalan dulu kemanaaa gitu baru kemudian nyampe bogor hihihihi, ketinggalan kunci rumah di kantor :( , otomatis gw ada di halaman depan nungguin Om gw yang pulangnya juga malem, yahh namanya juga jiwa-jiwa single tohh, harap maklum :D
Paginya gw dikejutkan oleh si Oma yang ternyata sakit perutnya. Ini memang khasnya oma, sakitnya selalu berpusat dari perut.
Hmm, kegiatan pagi pun di mulai, si cantik nan geulis ini harus belanja kepasar Anyar bogor dan masak untuk makan siang. Walaupun oma tetebhh menolak makan - sedih deh, habis kayaknya masakan gw ngga enak di indera perasa Oma, ditawarin makan yang lain pun ngga mau. Sedikit pemaksaan dan menunggu Oma makan sampai sedikit makanan masuk kedalam perutnya membuat gw membatalkan janji ketemu sama Mbak Jeki dan Mbak Meigi untuk ketemuan dan menghadiri undangan Aqiqahan anaknya Rony. Jadi ragu buat nonton JGTC, soalnya Oma masih aduhaduhan. Tibatiba telp berdering dan ternyata Amanda yang bilang kalau mereka lagi dijalan mau ke Bogor. Oma bersyukur Alhamdulillah.. cucu dan anaknya dateng…!! Kehadiran gw agak ngga membantu kesembuhan kayaknya hihihi, syukurlah ada Ucu dan Amanda.

Hari minggu pagi, Amanda langsung masuk kamar dan bangunin gw dengan ciuman selamat pagi, memancing gw buat sayangsayang dia. Duww tuh anak haus perhatian bangethh :D akhirnya gw bangun dan dipaksa buat main hoola hoop, di paksa gendong dia, di paksa larilari ngejar dia, di paksa makan roti supaya nemenin dia sarapan, dipaksa nonton kartun sepanjang pagi, karena tuw channel ngga boleh pindah kalau bukan persetujuan dari tuan Putri. Otomatis olahraga deh gw… keringetan!!

Hal yang baik lagi terjadi, Om gw yang satu lagi dateng juga hari minggu ini. Ngga lama mereka berkasak kusuk untuk jalan-jalan karena anaknya Om gw si Kirey ini dengan jelasnya bilang, “Papa, ayanayan (jalanjalan)..!” Dengan gaya sok iya dan bawel cerewetnya ituhh hehehe. Kireyna usianya 2 tahun, kakaknya si Fadhil itu kalau ngga salah 5-6 tahun deh dan Amanda (yang waktu bayi merahnya pernah gw masukin kulkas karena kepanasan hehehe) usianya 4 tahunn! Sebagai orang yang akhirakhir ini lebih banyak di Bogor daripada bapakbapak dan ibuibu yang berjiwa muda walau pun telah beranak pinak ini, gw di minta memberikan arahan tempat mana yang bisa di tuju, otomatis JGTC pun ngga jadi kalau ginihh. Semoga rebby cerita besok di kantor, detail acaranya seru atau ngga, ehh ngga usah deh nanti gw iri hehehe.

Kemudian akhirnya keputusan tetebhh dari tante gw, makan di Gumati. Untung masih sepi, makanan langsung dilahap abis..! Kirey menolak makan, dia lebih memilih lihat ikan mas, sama main lompatlompat keatas kursi dari bawah dengan berpegangan sama gw kemudian berteriak lagi..! lagi..! dengan memandang gw licik..!! Cuma senengnya Amanda dan Kirey berdiri di atas kursi dan dua2nya ngga mau kalah..! masingmasing meluk gw kenceng2 hehehe seneng dehhhh!!

Kemudian tentu, jiwa tante gw yang bergelora untuk belanja itu muncul. lalu bilang sama sopir..” Pak, ke Katulampa ya Pak..! Tempat Tas itu Pak..” sambil menowelnowel bahu sang sopir. Sang sopir yang selalu merasa masih muda dan ganteng itu pun bertanya “Lho.. emangnya di Hongkong kemarin ngga ada Bu..?” sang Ibu itu pun berkata” Lah.. kan ngga ada yang warna ungu..” hohohoho, si sopir alias suami tercintanya itu pun menganggukangguk.

Tibalah kita di SKI Katulampa tempat tas-tas itu di produksi. Ternyata, tempat itu sekarang menjadi sangat luas..!! Selain ada tas factory dan display yang besar itu, juga ada FO, ruang untuk sepatusepatu, sandals, resto - pujasera dan yang paling dahsyat tempat main untuk anak-anak. Mereka benerbener punya otak bisnis yang okee..!! Ada flying Fox, ada bungee trampolin, ada ATF untuk anak2 and dewasa, ada bola air, ada kolamkolam ikan, terus ada balon tempat main yang gede itu (lupa namanya euiyy..) terus ada boat yang dikayuh dengan tangan. Amanda yang dari tempat tas tadi meminta terus di gendong ituu akhirnya berjanji turun jika gw ajak keluar dan main di tempat main itu. karena harus beli tiket lagi, otomatis gw yang ngga megang duit sepeser pun harus ke ATM dulu, soalnya mereka hanya terima cash.
Percakapan dengan Amanda di ATM:
G: “Bener ya, Amanda mau naik Flying Fox, berani kan..?”
A: “Iya donk, Aku emang pengen banget naik itu dari tadi.”
Ibu-ibu belakang gw, “Masa siyy..?” :D
Cengiran gw jadi tambah lebar waktu ibu itu nimpalin. Gayanya udah kayak udah gede ajahh!!

Akhirnya gw pun beli tiket naik flying fox, karena melihat berat maksimal untuk bungee trampoline adalah 50 kg (secara gw ngga mungkin ikutan kalau gitu huhu..) maka gw berasumsi kalau flying fox juga sama, padahal sesudah Amanda terbang, banyak orang dewasa yang juga terbang (moral hari ini, harusnya tanya dulu eneng). Jadi gw belinya satu doang buat Amanda, Kirey dan Fadhil lagi asik2 sama ortunya yang entah sedang berada dimana, jadi gw dan Amanda terdamparlah di antrian pemasangan harnest dan helm untuk Flying Fox berdua aja.

Sumpee hati gw degdegan banget. Soalnya gw aja belum pernah naik Flying Fox, sementara si Amanda milih terbang dari Tower yang tinggi dengan jarak yang lebih jauh, berarti dia terbang sendirian dunks. Gw mulai ragu dia berani atau ngga karena tangganya banyak banget dan tinggi lagi, apalagi Amanda kan baru empat tahunn. Maka gw, bilang” Asyik ya Amanda (untuk menaikkan semangatnya), Kak Hanni tunggu di depan sana ya..? berani kan?”. Amanda memandang gw dan bilang “Iya dong..”.
Pfuhh mungkin gw terlalu berlebihan. Gw pun bergegas turun dari tower tadi meninggalkan amanda sendiri sama Om2 yang jaga dan berlari dengan tergesa ke tempat tujuannya. Terengah gw naik tangga tempat tujuan. Sementara yang tugas jaga takjub lihat gw “Kenapa mbak..?” sambil mengatur nafas gw jawab “Nungguin yang dari sana” ucapku. lalu Ucu terlihat sedang berjalan di bawah. Dengan kekuatan suara maha dahsyat gw berteriak “Ucu..!!!!” duh teriakan itu harus gw ulang sampai 5 kali kayaknya (udah kayak vokalis avenged sevenfold aja gw heheh). Petugasnya sampai harus ikut mencari siapa siyy yang gw teriakin. Akhirnya Ucu berhasil menoleh ke arah ku, dengan dahsyat teriakan norak bin ajaib pun terlontar dari bibir sexy ini “Amanda Cu, terbang dari sana…!! Anaknya pinter…!!”
Petugas itu tertawa, “Terbang yang Mbak?”
Dengan agak sedikit malu tapi masih diliputi oleh perasaan campur aduk karena sedikit tegang dan very excited, gw jawab. “Iya… terbang kan, flying fox, biarin dong, soalnya anaknya masih kecil, namanya juga pertama kali…!!” jawab gw dengan sedikit agak malumalu bombay aduhai..!
Petugas itu pun berkata” Iya Mbak, maaf ya mbak, maaf ya mbak..” duhh gak penting deh, gw pengen lihat Amanda terbang, gw takut dia nangis ketakutan or apalah..
Dan Ucu dengan takjub melihat anaknya melintas, sementara anaknya melihat kebawah dan berteriak “Mama..!” dengan ceria hehehehe.

First time ever for Amanda, flying fox. Dan hati gw seneng bin deg-degan. Waktu tiba, Amanda tenang aja, sambil bilang “Asyik banget..!” Kayaknya gw emang berlebihan deh…

Ketika - Nov 2005

Ketika..
suara petir menggelegar
menyambar tubuhku yang berada diluar
menyambut kilat dan listrik menggembira
menyilaukanmemilaukan dan mati.

Ketika..
bulan meluruhmenyimpan sakit
dan matahari menjenguk membakar
kembalimati..

Ketika
aku berdiri sambil menahan geli karena luka tak pernah mati
tubuh ini tak lagi ku miliki.

Mati mungkin jawaban hantu kepalaku
dan hati mengamini.

sampai jumpa lagi
salah mungkin tak bisa lagi terhitung akal
dan budi tak mampu ku balas
maaf…

Hehehe, ini tulisan tahun 2005 dan sempet dikirimkan ke Zpy. Baca ini kaget sendiri, betapa kita menjadi kembar!! Hwahahaha.. oops..! Oow, i suppose not know what you wrote lately. Inspired by me..? :D Eeeniwei, zpy, i’ve been trough all of it, i did.
So.. Let’s have fun now..

Older Posts »