Waktu Jatuh cinta
August 22, 2007 by gerimisbogor
Belum habis waktu menyemai bibit di ladang, tahu-tahu sudah rimbun tanaman dengan hijau daun melambai. Indah. Tak disangka.
Kau adalah serupa rumpun bambu yang berdiri menyemak, kurus-kurus dan berlenggak-lenggok menari bersama angin. Bergemerisik menyanyi-nyanyi lagu hati dengan ria.
Aku terpana.
Siul-siul angin laut menyapa-nyapa senja, aku teringat, daratan masih jauh dan untuk menjumpa masih lama. Terasa rindu menusuk-nusuk, meminta waktu untuk segera bertemu. Ah.
Pantai dan ombak menari, menjeritkan lagu tentang pertemuan dan perpisahan. Aku tak kuasa, tak ingin ku pandang dan dengarkan. Menyiksa. Rasaku akan menderita. Aku inginkan bersama dia. Aku inginkan memandangnya. Aku inginkan mendengar suaranya. Tak perlu suaraku, hanya dia.
Tak pandai ku mainkan lagu, alat musik serupa gendang ku tabuh-tabuh, tak perlu merdu, yang penting angin membawa rindu bertemu denganmu. Katakan malam kan menjelang, jangan lupa mimpikan aku. Disana kita bertemu.