Kaki oowww…
July 21, 2008 by gerimisbogor
Careless…
Begitu orang-orang kemudian bilang.. hiks.. hikss
Luka bakar ini level 2-3 dari skala: 4
Kira-kira 3 hingga enam bulan sembuhnya.. begitu Dr. Lis dari JSC radio dalam bilang.
Hiks.. hikss..
Berawal dari pindahan kos ke kemang, lalu mulai kelaparan. Masak nasi dengan rice cooker sekaligus menghangatkan makanan di bagian atasnya. Makanan yang ku hangatkan itu hanyalah semangkuk plastik kecil soup.
Berinisiatif untuk memindahkan rice ccoker itu dengan entah bagaimana caranya secara tak sengaja tutupnya terlepas dan menyiram kaki ternyata adalah keputusan yang salah. Panas itu mengendap didalam kulit melewati lapisan kolagen. walau telah dilakukan pengompresan sepanjang malam ditemani dengan kekalahan jerman saat piala euro berlangsung (sebelum final)tanggal 15 Juni ternyata tak banyak membantu.
Sepanjang tulang kering sebelah kanan memerah dan membuatnya sedikit membelendung keesokan harinya.
Dokter lubis yang pertama menangani hanya memandang dan memanggil suster untuk segera datang. Membawa beberapa peralatan, cairan pembersih disiramkan dan kemudian dengan pinset kecil yang sudah disterilkan menusuk luka melepuh dan menarik kulitnya. Hal itu dilakukan sampai sebagian kulit kaki kanan dari bawah lutut hingga mata kaki terbuka. Suster melarangku melihatnya agar tidak kaget.
oow… itu salah, karena aku kaget setengah mati..! Tidak siap!! ketika melihat kakiku kini tidak lagi berkulit. Dokter mengambil salep dan mengoleskannya ke tempat yang kini tak ada kulitnya, kemudian menutup luka dan memberiku surat istirahat untuk beberapa hari. kemudian penyiksaan itu dimulai. Rasa sakit yang tak hilang-hilang itu mengendap berharihari. Tak bisa tidur, tidak enak badan, susah bergerak untungnya tetap nafsu makan. Yahh.. hal indah yang bisa terpikirkan cuma satu… makan!! Terima kasih Tuhan.
Berbondong bondong kemudian teman-teman datang.. takjub dengan kaki ku yang terbalut panjang mereka bersiap untuk segera membawaku ke Jakarta Skin Center. Malam itu juga tepatnya tanggal 18 Juni 2008 mereka mengangkut aku yang berjalan terseok2 dengan dipapah oleh dua orang teman untuk segera meluncur.. kemudian sampailah aku disana, dengan kursi roda aku naik ke lantai dua.
Dokter Emil memandang kulit kaki yang terbuka itu dan berkata, " kok luas ya areanya?" kemudian aku disuruh memberikan kaki itu untuk di bersihkan dan disinar. Sesudah itu aku disuruh untuk sinar setiap hari dan jangan lupa untuk membersihkan luka itu dua kali sehari olehku dan sekali lagi oleh perawat yang kadang-kadang lupa kalau kaki itu ada yang punya dan ada yang merasa sakit. Salep yang diberikan adalah Garamicyn. Salep itu lengket dan sulit untuk dibersihkan. membuat aku merasa bagaikan memasuki saat penyiksaan tawanan perang untuk mencari info strategi perang lawan.
Perawat lalu complain karena sulit untuk membersihkan luka tersebut dan kemudian mereka berinisiatif untuk menggunakan salep Mebo dari china untuk menggantikan salep sebelumnya dan kemudian berpindah ke dokter Lis. Terima kasih, karena itu adalah hal paling baik untukku. membersihkan luka bukanlah lagi hal yang sulit. Kemudian luka itu mulai mengering. Dua minggu kemudian, aku sudah mulai bisa berdiri. Aku coba mulai berjalan, tetapi itu malah membuat kaki yang sudah berwarna pink itu menjadi biru kehitaman, padahal aku bermaksud untuk masuk kerja ke kantor tepat tanggal 30 juni 2008. Dokter memberi tambahan hari istirahat.
Aku sudah mulai bisa jalan dengan agak sedikit menungging saat masuk kantor tanggal 08 Juli 2008. kemudian mulai membaik dan membaik. Walaupun aku hanya duduk saja selama berada di kantor. Belum boleh berjalan sering-sering dan jauh-jauh.
Hari ini kakiku disuntik dengan suntikan anti keloid, karena luka itu tidak kering-kering tetapi menebal. Ooww.. berdarah-darah dan terasa gatal, kemudian kaki itu di sinar. Menurut mereka ini adalah hal yang cukup bagus karena di minggu ke enam luka itu sudah membentuk sebagian kulit. Melihat kulit yang terbuka cukup luas maka kemajuan yang terjadi cukup pesat.
Aku berharap demikian, cepet sembuh hai kaki… aku menyayangimu.
Luv u full