Teman..
November 30, 2008 by gerimisbogor
Pernah tidak merasa dekat dengan seseorang yang ternyata perasaan itu hanya perasaanmu sendiri saja?
Hehehe… pemikiran ini terbersit di kepalaku seketika. Ada perasaan kecewa ketika ternyata pada suatu saat ada seseorang yang aku rasa cukup dekat tapi ternyata, I’m hardly knows them. Waoww.
Ini mungkin kebiasaan ya, kalau aku merasa pernah telepon-teleponan terus jalan bareng terus ngerasa fun, langsung mendeclare kalau orang itu temenku, langsung merasa dekat. You never know exactly their feelings.
Suatu saat aku mendengar berita mencengangkan. Seorang temanku akan menikah dan aku tidak tahu apa-apa. Padahal belum berapa lama aku sempat ngobrol panjang lebar dan rasanya lumayan seru. Mungkin seru itu hanya versi aku, bukan versi temanku. Kok ya tega-teganya ngga kasih tahu hal yang besar itu kepadaku?
Jadi sebenarnya untuk jadi teman yang baik itu seperti apa sih? Bagaimana kriterianya?
Terlalu banyak kemungkinan yang bertengger dikepala ini:
1. Mungkin aku terlalu egocentris melihat sesuatu hanya dari sisi aku sendiri. Aku yang berteman, aku yang merasa senang, aku yang menyukai semua yang dilihat dari sisi aku, bukan dari sisi temanku
2. Mungkin aku terlalu geer, terlalu yakin ini orang mau berteman sama aku, terlalu yakin kalau aku anaknya asyik, terlalu yakin kalau orang-orang bisa berbagi cerita denganku.
3. Mungkin gayaku terlalu manja, sehingga mereka jadi berpikir bisa ngga ya aku menerima atau mencerna hal yang besar ini?
4. Mungkin (jika dia lakilaki) maka dia tidak mau menceritakan hal ini kepadaku karena dia tidak ingin aku kecewa karena selama ini aku hanya dijadikan TTM aja..!!! Hahahaha… (pfuhhhhh)
5. Mungkin aku tidak serius dan memang tidak peka dengan sekelilingku.
Sebenarnya pont lima mungkin paling dekat mengingat aku mengquote pernyataan JOEY di friends yang mengatakan “I’m not insensitive, i just don’t care…” hehehe. Aku terlalu lama cuek.
Waktu temen-temen berlomba-lomba punya pacar, ABG time niyy… aku cuek aja, meskipun kemudian pacaran juga, walau ngga seheboh anak2 lainnya yang dimulai dari kelas 5 SD itu hehehe
Waktu tementemen berlomba-lomba pakai barang-barang bermerk, ABG time niyy… aku cuek aja, lah barangnya ngga bisa kebeli, mau gimana? Hehehehe
Waktu tementemen berlombalomba punya motor baru, lagilagi ABG time, aku santai aja, eh dapet hadiah ulang tahun sebuah motor.
Waktu tementemen berlombalomba kuliah cari cadangan di swasta sebagai alternatif kalau ngga keterima di negeri, satusatunya cadanganku adalah APS UI, dan akhirnya masuklah dicadangan itu hehehehe
Waktu tementemen sibuk mainmain dan bolos kuliah, gw dengan seorang dirinya pergi kuliah sendiri dan belajar sendiri, halahhh palsuuuu
Waktu tementemen sibuk cari kerja, aku dengan cueknya ngelanjutin kuliah tanpa merasa kerja itu penting hihihih
Waktu tementemen sibuk cerita gaul dimana or jalanjalan kemana, aku dengan cueknya nongkrong and tidur dirumah sambil online, tetebhh ![]()
Waktu tementemen pada sibuk ngurusin skripsi aku dengan santai jalanjalan, pulang dari jalanjalan baru ngerjain skripsi dan pas besoknya mau sidang baru tiba dirumah jam tiga pagi dari solo hehehehe
Waktu tementemen sibuk berbenah diri buat menghadapi hidup baru dengan menikah. Aku bahkan tidak punya hubungan serius dengan lakilaki.
Aku bahkan tidak mencari lakilaki untuk dinikahi di usia yang sudah dikejarkejar waktu ini hihihihi… betapa santainya hidup ini…!!
Beberapa saat kemudian, aku berpikir, seorang teman yang pernah aku tiru kecuekannya, malah udah punya anak satu.. gila kan…?
Aku kehilangan teman single sekarang..!!
oops masih ada JunQ hihihi, dia masih jauh lebih tua dari dirikuuu. Maap junQ walau dirimu tetebh berkata masih 23 tahun, kepala tiga udah ngga bisa ngbohongin tampang hhihihihi
Hmhhh kemarin ada perusahaan di depan kantor yang produknya bunga mawar. Mereka mempromosikan bunga mawar itu dengan membagibagikan ke seluruh divisi kantor. Hasilnya, aku dapat dua tangkai mawar pink dan dua tangkai mawar merah darah (Afrika Dawn).
Simon yang juga ditawari “Simon do you want flowers?” menjawab dengan lugas “I don’t have friends, I don’t need flowers. No one will receive it.”
Hmmm that’s deep!. Orang sekaliber Pak Bos itu tidak punya teman yang bisa diberikan bunga. Bunga-bunga mawar cantik itupun jadi rebutan, para cewecewe. Susah memang para engineer itu, mereka lebih memilih memberikan bunga Bank kepada yang terkasih daripada bunga yang bertangkai dan berdaun. Hehehe (sebenarnya mereka cukup pengertian).
Beberapa orang menuliskan seperti ini
Friendship is the hardest thing in the world to explain.
It’s not something you learn in school.
But if you haven’t learned the meaning of friendship
you really haven’t learned anything
So what do you think? Do you really have friends in your life?
Jawabanku kemudian adalah, aku punya teman seperti itu. Punya, punyapunyapunya..!!! Bisa dibilang kehidupanku dan kehidupan mereka sudah jarang lagi bertemu, mereka bahkan sudah beranak pinak. Kadang aku hanya telepon mereka satusatu (terutama temanteman dimasa masih blangsakk huhuhu, masamasa masih nebeng hidup sama orangtua, yang kadang miskin kadang kaya… kadang-kadang ajahh).
Sekarang, dikala hidupku yang ternyata tidak muda lagi ini, berpenghasilan sendiri, kaya dan miskin sendiri ini hihihih terasa sekali mana teman yang berteman dengan sepenuh hati atau berteman sepenuh keinginan sendiri (ada maunya heheh).
Karena itu kadang aku kembali ke temanteman lama masa blangsak dulu, yang masih mau ketemu dan ngobrol, karena dengan mereka, aku adalah aku yang mereka kenal dulu. Tidak ada kepurapuraan dan penyesuaian. Tidak bicara halhal rumit atau pekerjaan yang kadang rasanya tidak selesaiselesai itu.
Walau kemudian temantemanku itu sekarang tak lagi single dan mungkin sudah tidak punya waktu mabuk2an bareng lagi (huhhu mabuk juice maksud gw.. mabuk yang bikin kembung sama Gas.. heheheh) mereka tetap masih ada buatku, bahkan di saat terjelekku.
Mereka yang tidak terkejut waktu aku mengambil sebatang rokok dan menghirupnya dalamdalam (ini emang langka siyy.. jarang2 kejadiannya).
Mereka yang tidak memakimaki diriku karena pakai nama mereka waktu bikin alasan keluar rumah Oma hihihihi.
Mereka yang jujur waktu bilang kalau apa yang aku lakukan salah or yang aku lakukan benar.
Mereka yang akan protes waktu aku menjadi makin kacau.
Mereka yang ada waktu aku lagi butuh apapun, bahkan pas lagi butuh pinjaman dana segar.
Mereka yang akan support aku dengan keputusan yang aku buat.
Mereka yang aku cintai abisabisan…
Kesimpulanku, teman adalah orang yang akan ada menemani disaat buruk dan baik. Teman bukan seorang yang bisa kau miliki seorang diri dengan serakahnya dan juga bukan orang yang bisa kau dikte untuk melakukan or mengatakan satu dan lain hal kepadamu. Teman akan mengatakan kebenaran walau kau tak mau mendengarnya, walau kebenaran itu menampar harga diri dan terasa begitu pahit.
Friends are like stars, they always there even the cloud covered their lights.
Buat temantemanku dimasa baik dan dimasa buruk, terima kasih untuk selalu disisi.
Terimakasih untuk segala sepi, segala ramai, segala rasa sakit dan rasa bahagia yang tak terkatakan.
Terimakasih telah menjadi teman dalam hidup ini.